Digambarkan oleh dokter Lukas sebagai penulis kitab Kisah Para Rasul, dalam Kisah Para Rasul 1:12-26 adalah masa di mana mereka hidup dalam penantian tentang apa yang sudah di janjikan oleh Tuhan Yesus. Kekuatan Menghadapi Pergumulan Hidup - Ester 4:15-17. 2 December 2023. Audio Bacaan Alkitab Setahun Jumat, 01 Desember 2023- Efesus 1 s.d Teks -- Kisah Para Rasul 15:1-21 (TB) Konteks. 15:1 Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan ." 15:2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Boks Temuan Kisah Para Rasul 21:15-26 Konteks Pertemuan Paulus dengan Yakobus di Yerusalem 21:15 Sesudah beberapa hari lamanya tinggal di Kaisarea, berkemaslah kami, lalu berangkat ke Yerusalem. k 21:16 Bersama-sama dengan kami turut juga beberapa murid dari Kaisarea. l Mereka membawa kami ke rumah seorang yang bernama Manason. KL1863 Maka sakarang saja didakwa sebab saja {Kej 3:15; 22:18; 26:4; 49:10; Ula 18:15; 2Sa 7:12; Maz 132:11; Yes 4:2; 7:14; 9:5; 40:10; Yer 23:5; 33:14; Yeh 34:23; 37:24; Dan 9:24; Mik 7:20} harap sama perdjandjian, jang soedah dikasih Allah sama nenek-mojang saja.: TB: Dan sekarang aku harus menghadap pengadilan oleh sebab aku mengharapkan kegenapan janji, yang diberikan Allah kepada nenek 26 Kemudian mereka mengambil undi kedua nama itu, dan Matiaslah yang terpilih. Jadi, ia menjadi seorang rasul bersama kesebelas rasul itu. Pasal 2 (Total ayat 47) 1) [Kedatangan Roh Kudus] Ketika hari Pentakosta tiba, mereka semua berkumpul di satu tempat. 2) Tiba-tiba terdengarlah suara dari langit yang bunyinya sama seperti angin kencang. g3gUo6. 0% found this document useful 0 votes290 views1 pageOriginal TitleKisah Para Rasul 1 15 - 26Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes290 views1 pageKisah para Rasul 1 15 - 26Original TitleKisah Para Rasul 1 15 - 26Jump to Page You are on page 1of 1Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 26Pembelaan Paulus di hadapan Agripa261-11 1Kata Agripa kepada Paulus ”Engkau diberi kesempatan untuk membela diri.” Paulus memberi isyarat dengan tangannya, lalu memberi pembelaannya seperti berikut 2”Ya raja Agripa, aku merasa berbahagia, karena pada hari ini aku diperkenankan untuk memberi pertanggungan jawab di hadapanmu terhadap segala tuduhan yang diajukan orang-orang Yahudi terhadap diriku, 3terutama karena engkau tahu benar-benar adat istiadat dan persoalan orang Yahudi. Sebab itu aku minta kepadamu, supaya engkau mendengarkan aku dengan sabar. 4 Kis. 223-5 Semua orang Yahudi mengetahui jalan hidupku sejak masa mudaku, sebab dari semula aku hidup di tengah-tengah bangsaku di Yerusalem. 5Kis. 236; Flp. 35 Sudah lama mereka mengenal aku dan sekiranya mereka mau, mereka dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah hidup sebagai seorang Farisi menurut mazhab yang paling keras dalam agama kita. 6Dan sekarang aku harus menghadap pengadilan oleh sebab aku mengharapkan kegenapan janji, yang diberikan Allah kepada nenek moyang kita, 7dan yang dinantikan oleh kedua belas suku kita, sementara mereka siang malam melakukan ibadahnya dengan tekun. Dan karena pengharapan itulah, ya raja Agripa, aku dituduh orang-orang Yahudi. 8Mengapa kamu menganggap mustahil, bahwa Allah membangkitkan orang mati? 9Kis. 83 Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret. 10Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. 11Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing.”Paulus menceriterakan pertobatan dan panggilannya2612-23 12 Kis. 91-19a, 226-16 ”Dan dalam keadaan demikian, ketika aku dengan kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala sedang dalam perjalanan ke Damsyik, 13tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku. 14Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. 15Tetapi aku menjawab Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan Akulah Yesus, yang kauaniaya itu. 16Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. 17Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, 18untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan. 19Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat. 20Kis. 920, 28-29 Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. 21Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku. 22Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar. Dan apa yang kuberitakan itu tidak lain dari pada yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa, 23Yes. 426, 496; 1Kor. 1520 yaitu, bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain.”Ajakan kepada Agripa untuk percaya2624-32 24Sementara Paulus mengemukakan semuanya itu untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya, berkatalah Festus dengan suara keras ”Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila.” 25Tetapi Paulus menjawab ”Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat! 26Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatu pun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil. 27Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka.” 28Jawab Agripa ”Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!” 29Kata Paulus ”Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini.” 30Lalu bangkitlah raja dan wali negeri serta Bernike dan semua orang yang duduk bersama-sama mereka. 31Sementara mereka keluar, mereka berkata seorang kepada yang lain ”Orang itu tidak melakukan sesuatu yang setimpal dengan hukuman mati atau hukuman penjara.” 32Kata Agripa kepada Festus ”Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar.” Terjemahan Baru Bible © Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru Renungan 3 Juli 2021 Kisah Para Rasul 1 15-26 Hidup yang Berkenan Renungan Kisah Para Rasul 1 15-26 Hidup yang Berkenan. Bekerja sesuai dengan minat dan tipe kepribadian adalah idaman setiap orang. Bahkan, umumnya akan lebih sukses dalam menjalani karir karena pekerjaan lebih menyenangkan dan lebih giat mengerjakan sehingga tanggung jawab semakin tinggi. Namun, tidak mudah menemukan pekerjaan idaman yang sesuai dengan minat dan kepribadian kita. Kita harus benar-benar mengenal diri kita tertarik pada bidang tertentu. Apakah mengeksplorasi ide-ide yang baru atau minatnya lebih ke arah sosial? Ini seperti panggilan pada murid-murid Yesus yang kemudian disebut rasul. Rasul adalah sebutan yang secara tradisional disematkan pada keduabelas murid Yesus. Mereka adalah orang-orang yang hidup dan beraktivitas bersama Yesus. Mereka pun dipilih dengan latar belakang berbeda, tetapi satu tujuan. Perikop hari ini mengkhususkan tentang pengganti Yudas dan cara Yudas meninggal. Sepeninggal Yudas, posisinya harus diganti. Alasannya, tugas utama kedua belas rasul itu adalah menjadi saksi, terutama kepada orang Yahudi harus tercapai. Akhir hidup Yudas memang tragis. Bahkan bisa dilihat, cara kerjanya pun kurang berkenan. Memang ia bertugas sebagai bendahara tetapi akhirnya tugasnya itulah yang membuat ia terjatuh dalam dosa. Hidup yang Berkenan Perikop ini di akhiri dengan membahas cara pemilihan Matias, yaitu membuang undi. Ini adalah peristiwa terakhir dalam Alkitab yang berkenaan dengan membuang undi. Cara ini dilakukan pada masa itu karena sulit untuk mengetahui kehendak Allah dan firman Allah belum seluruhnya di wahyukan. Hari ini, Tuhan ingin kita bekerja sesuai dengan panggilan-Nya atas hidup kita. Dia rindu hidup kita berkenan dan tidak berakhir tragis seperti Yudas. Mari selesaikan target hari ini dengan penyertaan Tuhan. KISAH PARA RASUL 115-26 TUHAN MEMANGGIL DAN MEMILIH HAMBA-HAMBANYA Setelah Yudas Iskariot bunuh diri dan dikebumikan di sebidang tanah, yang disebut “Hakal Dama” artinya tanah darah; maka para rasul berkumpul untuk membicarakan siapa yang menggantikannya. Para rasul tersebut berkumpul bersama lebih kurang 120 orang. Ada dua calon, yang dianggap mereka layak untuk menggantikan posisi Yudas Iskariot, yaitu Yusuf yang juga disebut Barsabas/ Yustus dan Matias. Penjelasan Nas dan Aplikasi 1. Pemilihan dengan cara Undian- mengajar kita untuk berserah kepada Tuhan. Prosedur pemilihan calon menjadi menarik, karena melibatkan undian. Dari dua calon kuat, kemudian diundi siapa yang menjadi pilihan Tuhan dengan cara sebelumnya berdoa agar Tuhan yang menentukan dan mengimani bahwa siapapun yang terpilih itu berarti pilihan Tuhan. Yang terpilih adalah Matias, seorang yang tidak pernah muncul sebelum dan sesudahnya. Boleh dikatakan ia tidak telalu populer, karena namanya hanya muncul ketika pemilihan ini saja. Banyak orang berkata bahwa undian sangat dekat dengan perjudian. Praktek seperti ini lama menjadi perdebatan dalam berbagai zaman. Membuang undi adalah tindakan yang dilakukan pada zaman kekafiran di wilayah Timur Tengah. Bapa-bapa gereja sangat menentang perlakuan seperti ini dalam pengambilan keputusan, meskipun saat itu umumnya dilakukan Gereja manakala diperhadapkan pada keputusan yang sangat sulit. Itulah sebabnya, selalu didahului dengan berdoa. Melalui doa tersebut terlihat ada kepasrahan kepada Tuhan. Ada keinginan supaya Tuhan saja melalui RohNya menyatakan pilihanNya. Oleh karena itu, dalam pemilihan para rasul ini, kita harus berkata bahwa undian yang dilakukan bukanlah perjudian. Kita harus berkata bahwa Tuhan selalu punya banyak cara dan punya wewenang penuh dalam menentuka caranya dan dapat memakai apa dan siapa yang menjadi alat dan perantara-Nya. Di kalangan pendeta kemungkinan masih melakukan praktik yang mirip dengan cara yang sedikit berbeda, yaitu penentuan ayat pilihan bagi parguru malua yang akan lepas sidi. Pendeta berdoa, lalu mencabut ayat-ayat yang akan diberikan kepada pemuda/pemudi yang lepas sidi yang kemudian dicantumkan pada sertifikat sidinya. Caranya, bisa memilih ayat-ayat pada secarik kertas dalam bahasa Batak disebutkan dengan manjomput na sinurat, atau membuka Alkitab yang menunjukkan di mana lembarannya yang akan terbuka menjadi ayat pilihan dimaksud. 2. Tuhan membutuhkan kesediaan hambaNya untuk bekerja bagiNya Pilihan terhadap Matias dalam perikop ini memperlihatkan bahwa Tuhan membutuhkan kesediaan kita untuk melayaniNya. Tuhan Yesus pernah berkata “Banyak yang terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih” Matius 2214 memperlihatkan bahwa sampai saat ini Tuhan terus memanggil dan memilih. Apakah kita termasuk orang yang terpanggil dan terpilih, tidak hanya tergantung kepada Tuhan saja, tetapi juga tergantung kepada keterbukaan hati kita untuk mengikuti panggilan dan pilihanNya. Sebab, sebagaimana seseorang yang bertepuk tangan; ia tidak dapat bertepuktangan hanaya dengan mempergunakan satu tangan saja. Ia bisa bertepuktangan jika kedua tangannya dipergunakan.

kisah para rasul 1 15 26