Novel ini menggambarkan bagaimana konyolnya manusia-manusia dalam menghadapi cobaan dari Tuhan, yaitu kemarau yang panjang. Penggambaran seperti itu muncul lagi dalam cerpennya yang berjudul "Jodoh". ANALISIS NILAI SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN ROBOHNYA SURAU KAMI KARYA A.A. NAVIS Isti Qomala Dewi, Sarwit Sarwono, dan Emi Agustina Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Bengkulu qomaladewii@gmail.com Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai sosial yang terdapat pada NOVEL BERBENTUK CERBUNG (CERITA BERSAMBUNG): 1957 : “Pak Kantor” dalam harian Nyata Bukittinggi. 1964 : “Kemarau” dalam Harian Res Publika Padang. 1967 : “Titian ke Alam Barzakh” dalam harian Aman Makmur Padang. 1969 : “Padang Kota Tercinta” dalam harian Haluan Padang. Pada penelitian kali ini, peneliti akan menganalisis tentang disidentifikasi tokoh Dali dalam cerpen "Bayang-Bayang" karya A.A. Navis menggunakan teori psikologi sastra. Disidentifikasi ini sangat menarik untuk dianalisis karena permasalah ini sangat pelik sehingga membuat cerpen ini juga menarik. Membuat kesimpulan dari hasil penelitian dan analisis data dalam novel Kemarau karya A.A Navis dengan novel The dry karya Jane Harper. PEMBAHASAN Hasil pembahasan dalam penelitian ini yaitu adanya perbandingan karya sastra, serta nilai sosial yang terkandung pada karya sastra tersebut. Pada novel “Kemarau” karya A.A Navis dengan DChH.

novel kemarau karya aa navis