Alkisah pada zaman dahulu, hiduplah keluarga kaya raya di desa kecil daerah Pulau Tanimbar, Maluku. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, anak sulung lelaki, dan bungsu perempuan. Sang Ayah sangat memanjakan kedua anaknya. Ia selalu menuruti apa pun keinginan mereka. Hal itu membuat mereka punya sifat yang sombong dan manja.
DihimpundetikTravel dari berbagai sumber, Selasa (7/9/2021), Danau Toba di Sumatera Utara turut menyimpan legenda yang diceritakan turun temurun oleh masyarakat sekitar. Konon menurut legenda, Danau Toba terbentuk karena terbongkarnya rahasia seorang putri jelmaan ikan mas.
KisahLegenda Terjadinya Air Putri Alkisah pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang putri yang bernama Ta Ina Luhu dari Negeri Luhu di Pulau Seram. Ia adalah anak dari Raja Negeri Luhu yang begitu bijaksana, baik, dan berbudi pekerti luhur. Suatu ketika Belanda menguasai Negeri Luhu dan seluruh keluarga Raja tewas dibantai Belanda Pariwisata Tagar:
Putrimengundang semuanya untuk berkumpul di pantai Seger Kuta, pada waktu pagi buta sebelum adzan subuh berkumandang. Mereka harus datang ke tempat itu sebelum matahari memancarkan sinarnya di ufuk Timur. Para undangan dari berbagai negeri berbondong-bondong datang ke pantai Seger Kuta. Orang yang datang ribuan jumlahnya.
Airmatanya mengalir deras, dan lama-kelamaan menggenang hingga menenggelamkan bebatuan tempatnya duduk. Majojaru ikut tenggelam dalam air mata kesedihannya yang menggenang, lalu ia meninggal dunia. Tak berapa lama, di tempat itu terbentuk sebuah telaga kecil yang airnya sebening air mata dan berwarna kebiruan seperti langit.
zppmg. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Legenda Putri Nglirip, begitulah kisah yang berkembang di kawasan wisata Air Terjun Nglirip. Dalam legenda yang bekembang di masyarakat, kisah itu menceritakan tentang sosok seorang putri yang sering menampakan wujudnya dengan wajahnya yang rupawan dan berbusana ala putri kerajaan pada masa lampau. Putri itu juga digambarkan memiliki kebiasaan membatik kain disana. Tentu bukan sembarang putri biasa. Karena Putri Nglirip itu merupakan makhluk dari dunia Gaib yang dipercaya merupakan penguasa dan penghuni kawasan air terjun Nglirip. Selain itu, Sang Putri juga sering menampakkan wujudnya di kawasan hutan di sekitar Air terjun Nglirip. Di balik keindahan panorama disana, ternyata air terjun Nglirip menyimpan legenda yang menarik sekaligus membuat bulu kuduk merinding. Air Terjun Nglirip berada di desa Mulyoagung Kecamatan Singgahan, sekitar 35 km ke arah barat daya dari Kota Tuban, Jawa Timur. Letaknya tak jauh dari tepi jalan raya dengan jalan yang bertikungan tajam di dekat kawasan ini . Selain bisa ditempuh dari Tuban dengan melewati kecamatan Merakurak – Montong - Nglirip, untuk menuju ke air terjun Nglirip juga bisa ditempuh dari Bojonegoro melewati kecamatan Parengan-Singgahan - Nglirip. Begitu juga bila ditempuh dari Blora dengan melewati kecamatan Jatirogo - Bangilan - Nglirip. Bila ditempuh dari Tuban, sesampai di Montong akan melewati semacam terowongan sepanjang 300 meter dengan tebing-tebing batu yang cukup tinggi di kanan- kirinya. Setelah itu dengan melewati kawasan hutan sepanjang 3 km dengan vegetasi tanaman jenis jati, mahoni, sengon dan sebagainya. Di hutan ini banyak terdapat sumber dan mata air yang jernih dan mengalir tiada hentinya. Di seberang jalan di dekat air terjun Nglirip terdapat makam Mbah Jabbar yang dikeramatkan oleh warga setempat. Makam itu berada di gundukan tanah yang cukup tinggi sehingga untuk menuju ke sana harus dengan menaiki undak-undakan. Air terjun Nglirip dengan ketiggian sekitar 35 meter dan lebar 28 meter ini memang tampak indah dan menarik sebagai destinasi wisata di Tuban. Air terjun ini sebenarnya merupakan bendungan irigasi yang airnya mengalir ke daerah yang lebih rendah. Di bagian atas air terjun terdapat jembatan kecil yang terbuat dari besia dan digunakan oleh warga sebagai jalan penghubung antar kampung. Berdiri di Jembatan itu pengunjung bisa memandang aliran air terjun yang mengalir sampai jauh dengan panorama alam sekitarnya yang menawan. Memasuki kawasan air terjun Nglirip dikenai tiket Rp 2000 per orang. Tak ada fasilitas, sarana dan prasarana apapun yang memadai disana. Jenazah Utuh Terkubur 35 Tahun Penampakan Jin,Tuyul dan Pocong Di Tuban Lihat Travel Story Selengkapnya
Wednesday, July 27, 2022 Edit Menyusuri persembunyian Putri Dayang Rindu dalam Rimbunnya Belantara Suaka Margasatwa Isau-Isau Napal Carik yaitu sebuah tempat yang bukan hanya menyuguhkan keindahan standard saja tetapi terbalut juga oleh budaya publik nan cukup lekat melekat menjadi kisah rakyat yang semakin menambah daya tarik eksklusif. Celaan air nan bergemericik becarik dengan serbuan air yang menerpa tanah nan keras seperti mana batu napal menjadikan Napal Carik sebagai salah satu air terjun yang wajib untuk dikunjungi. Terdapat kerumahtanggaan rimbunnya belantara Suaka Margasatwa SM Isau-Isau menjadikan air terjun ini tidak sekedar menawarkan keelokan pesona serasah dan kisah rakyat yang membalutnya namun juga tantangan selama perjalanan menuju air ambau tersebut adalah sebuah petualangan nan layak kerjakan dicoba dan pastinya lain akan terlupakan. Aksesibilitas menuju Napal Carik dapat melewati Desa Muara Emil maupun Desa Gerogol Dewa, Kecamatan Semenanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Namun untuk menuju ke lokasi air terjun berpangkal desa terdekat dengan kewedanan SM Isau-Isau mendatangi batas provinsi harus menempuh medan yang sulit terutama plong saat musim penghujan dikarenakan jalan setapak bikin melewatinya positif tanah liat dengan perkerasan batu dibeberapa titik sehingga doang ki alat roda dua nan dapat melewati dan itupun kadang kala disertai dengan jalan tungkai karena lepas rantai, gerigi rantai putus, jalan licin dan kendala lain. Selama perjalanan tersebut tersaji keayuan pemandangan kalimantang dan pun menerobos komplek pemakaman Puyang Matauh yang adalah pelecok suatu puyang pendahulu dari tiga puyang pendiri Desa Kuala Emil. Setelah itu perjalanan ditempuh dengan berjalan suku sampai ke Batang air Emil dimana rasa lejar sedikit terobati maka itu keindahan sungai dengan gemericik air mengalir, beriak-riak dan dengan kejernihannya menapaki bebatuan yang tersusun secara bertingkat. Bikin menuju ke air terjun maka pengembaraan dilanjutkan menuju ke hulu sejauh 50 meter dengan menuruni tebing yang pas terjal menapaki sekitar 100 anak tangga alami. Sepanjang menapaki anak tangga tersebut avontur akan ditemani dengan lantunan suara duaja yang lirih terdengar diantara tegakan-tegakan jenggala yang masih deras disertai sura gemericik air terjun yang berangkat menyapa seakan menyambut kedatangan petandang nan ingin menikmati keindahan Napal Perekam. Akhirnya keindahan air terjun yang ki angkat bebas dari keagungan 50 meter yang bergemericik becarik dengan serangan air yang menerpa lahan yang keras seperti rayuan napal itupun akan menyetip segala apa kelelahan selama pelawatan. Menurut penuturan beberapa awam di Desa Mulut sungai Emil berdasarkan narasi para puyang pendahulu salah seorang Sultan Palembang menunangi kepada seluruh umum desa terutama yang berada di selama aliran Sungai Batanghari Sembilan bikin mengumpulkan telur nan akan digunakan sebagai perekat pembangunan pertahanan benteng. Kerumahtanggaan perjalanan pengumpulan telur, paduka tuan meluluk banyak gadis-upik desa yang cantik dan berniat mempersunting salah satunya sebagai ayutayutan. Setelah para prajurit dan hulubalang mengumpulkan para amoi lain satupun yang setuju sampai karenanya aji menemukan sebuah bangki emas yang hanyut ke sungai dan memrintahkan prajuritnya bakal mencari empunya bangki emas tersebut. Sehabis ditelusuri ternyata empunya bangki emas tersebut adalah anak asuh putri Kerio Sulur. Paduka pun menyampaikan keinginannya untuk meminang tetapi ditolak makanya Kerio Sulur dan putrinya. Merasa ditolak sultan pun marah dan luang terjadi balasan tetapi ternyata Kerio Carang dan putrinya mempunyai kesaktian dan lolos dari tangkapan sultan. Dalam pelariannya dayang Kerio Carang bersembunyi di kerumahtanggaan hutan di Desa Muara Emil tepatnya di lokasi air terjun Napal Penyalin. Karena merasa kesepian di kerumahtanggaan hutan maka sesekali anda keluar ke desa sehingga kecantikannya dikenal luas oleh mahajana. Dalam kesepiannya di tempat persembunyian, putri Kerio Carang tersebut buruk perut menangis dan pulang pergok cucu adam tuanya. Karenanya Kerio Carang menemui tiga puyang di Muara Emil yaitu puyang Tanjung, Matauh, dan Dusun Ilir buat memberikan nama kepada putrinya supaya lain menangis pun. Berpokok ketiga puyang tersebut doang puyang Dusun Ilir nan mampu menerimakan nama nan boleh menghentikan tangisan puti Kerio Julai yaitu diberi stempel Putri Dayang Rindu. Konon apabila pengunjung mengunjungi serasah Napal Carik maka jangan berkomunikasi dengan bahasa palembang karena apabila dilanggar hujan abu akan jatuh. Hal tersebut dikarenakan Cewek Dayang Rindu yang bersembunyi di air terjun Napal Carik sangat benci dengan Pangeran Palembang. Untuk membuktikan legalitas mitos tersebut maka silahkan berkunjung ke serasah Napal Carik. Komentar Login terlebih adv amat bila mau memberikan komentar. Login Belum terdapat komentar pada berita ini TOP NEWS Album Gallery Video Pers Release Kisah Legenda Terjadinya Air Putri, Source Posted by
kisah legenda terjadinya air putri